Pages

Subscribe:

Sabtu, 12 April 2014

Catatan Seorang Teman (Repost)

Assalam,
24 Juni 2007, tepat pada usiaku yang ke-18 tahun aku menginjakkan kaki di bumi Mataram ini. Memang bukan hal yang spesial bagi kebanyakan orang tapi buatku ini adalah keajaiban karena seperti mimpi bisa meneruskan jenjang akademikku.

Yang ingin kuceritakan di dalam note ini bukanlah tentang agama atau bahasan-bahasan yang akan menarik jika dibaca. Akan tetapi, sebuah pengakuan yang sangat sulit untuk aku ucapkan kepada kalian; teman, sahabat, sekaligus saudaraku di tempat ini (Fisika ’07).

Biar kugambarkan satu per satu jadi dengarkanlah baik-baik.

Saat pertama kita bertemu, seperti kalian tahu aku bukanlah “siapa-siapa” bagi kalian, begitupun sebaliknya. Aku tidak cukup berani untuk unjuk gigi (alnya belum sikat gigi,,hihi) di depan kalian ataupun mahasiswa lain. Seperti katak dalam tempurung, aku hanya berkutat dengan duniaku sendiri. Mengenal beberapa teman di kelas kemudian merasa nyaman namun karena tidak berjodoh akhirnya pergi satu per satu (siska, galuh, dan ati). Aku pun kembali dalam hidupku yang hening dan sunyi. Sampai satu per satu dari kalian mulai muncul di hadapanku. Aku mulai berani melihat kalian. Berbicara secara perlahan, saling bertanya, tertawa kecil satu sama lain, dan pelan tapi pasti aku merasakan hal yang berbeda dari kehidupanku yang dulu. Merasa bahwa ini sangat manis, sangat indah, dan sangat berwarna. Petualangan kita pun berawal.

Di sela kesibukan kuliah, kita selalu menyempatkan diri untuk membuat kenangan-kenangan kecil saat bersama. Meski di awal perkuliahan kita terpisah oleh ketidakpahaman kita satu sama lainnya tapi lihatlah kini, kita selalu tertawa bersama. Bahkan melakukan hal yang kekanak-kanakan bersama. Terlalu banyak kenangan yang tak kan habis untuk dituliskan karena manakalah pena berburu untuk menuliskannya, hati telah berbicara ribuan kalimat dengan sangat cepat, hingga pena pun mengalah karena kelelahan.

Saat menuliskan note ini, aku merasakan kebahagian yang begitu indah sekaligus kesedihan yang begitu nelangsa.
Bahagia karena bisa mengenal kalian.
Bahagia karena kita selalu bersama selama tiga tahun ini.
Bahagia, dengan alasan yang tak bisa diungkapkan.

Sedih karena kita akan berpisah.
Sedih karena kelak tak kan bisa tertawa bersama lagi.

Sebelum berakhir, biar kugambarkan kalian seperti yang ada di dalam hatiku. Ingatlah ini karena kita tidak pernah tahu kapan kehidupan akan membawa kita pada estafet selanjutnya.

Sebenarnya aku bingung harus memulai dari siapa tapi biarlah aku tuliskan satu per satu seperti yang ada di hatiku.

Nurveni :
Seorang gadis manis yang selalu tersenyum ramah tidak peduli seperti apa pun suasana hatinya. Sangat sopan dan memiliki hati yang begitu indah. Aku menyukainya.

Nining Sumawati Asri:
Gadis keras kepala yang begitu berprinsip. Hatinya tak akan goyah oleh karang apapun. Sangat menyukai Jepang dan kupikir dia memang sangat mirip dengan orang Jepang. Aku akan merindukannya.

Ade Irma Setya Negara :
Hampir kehilangan kata untuk menggambarkan gadis ini karena menurutku dia sangat menginspirasi. Semangat, kerja keras, dan selalu melakukan sesuatu secara totalitas, kupikir merupakan rahasia kecil dalam hidupnya yang begitu gemilang. Aku begitu mengaguminya.

Husnul Aini :
Satu lagi gadis hebat lainnya di kelas. Sangat kuat dan begitu kenyang pengalaman akan kehidupan. Selalu bersemangat dan mampu memberikan semangat untuk orang lain. Aini, sebuah nama yang indah. Aku akan selalu mengingatnya.

Chusnul Khatimah :
Mengenalmu adalah hal terhebat dalam hidupku. Tanpa kau sadari, kau sudah seperti seorang ibu yang begitu bijaksana untukku. Meski terkadang kau kerap menampakkan sosok polosmu yang begitu menggemaskan. Kini kau telah menjadi gadis dewasa yang begitu cantik. Aku akan selalu mengingatmu.

Dian Arsianti :
Aku lebih suka memanggilmu dengan sebutan ukhti. Seorang gadis yang sangat aku hargai karena kebaikan budi dan akhlaknya. Di dekatnya begitu nyaman dan hangat. Serasa tak ada beban apapun. Ukhti, kau selalu ada di hatiku.

Sumawarni :
Gadis sederhana yang sangat sulit ditebak. Punya hati yang baik dan kehidupan yang sangat menarik. Yang paling kuingat, saat dia menemaniku menangis di tengah hujan yang begitu lebat. Suma, gomawo (terima kasih).

Ermi Wahyuni :
Tak bisa menggambarkannya secara terperinci karena kepribadiannya sangat rumit. Sering mengomeliku saat aku tak mampu mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. Namun terkadang begitu lembut mengajariku banyak hal tentang sisi lain kehidupan yang tak kuketahui. Er, jangan lupakan aku.

Khaerurrahmi :
Gadis yang pandai dan selalu penasaran akan sesuatu. Seperti anak kecil yang selalu memojokkanku dengan pertanyaan-pertanyaannya yang begitu memusingkan jika ia penasaran akan sesuatu. Menyukai tantangan dan hal-hal baru. Rara, kau seperti warna berbeda yang begitu indah diantara begitu banyak warna yang ada.  

Mahabbah :
Terkadang ceria, terkadang begitu sedih. Suasana hatinya begitu mudah ditebak. Menurutku, sekarang dia tampak lebih dewasa. Bah, tetaplah tersenyum. 

Rostikawati :
Seperti namamu, kau layaknya sekuntum bunga. Mekar dan begitu indah. Dan akan lebih indah jika kau selalu tersenyum. Ros, jadilah bunga yang indah.

Rahmawati :
Pertama mengenalmu, kau berdiri di antara kami sembari menesteskan air mata. Bukan karena kau lemah tapi karena kau begitu kuat. Gadis kecil yang begitu lantang dan berani saat berbicara di depan. Membuat bulu kudukku berdiri. Wati, kau wanita yang sangat berani.

Khusnul Khatimah, Sri Fatmawati, dan Dwi Ningsih RPA :
Aku tak tahu kenapa aku ingin membicarakan kalian bertiga secara bersamaan. Kalian begitu unik. Sisi yang sangat menarik dalam perjalanan kita selama tiga tahun ini. Meski jarang bersama, aku tahu kalian punya hati yang sangat baik. Selalu tersenyum dan menyapa dengan hangat. Aku begitu menyukai kalian. Melihat kehidupan kalian membuatku berfikir kalau kehidupan ini begitu ringan, renyah, dan sangat enak (seperti saat makan wafer, hehe). Tak ada kegundahan bersama kalian karena semuanya terlihat begitu mudah. Ima, Ko’o, dan Dwi, kalian sangat berarti.

Nining Fitriana :
Pribadi yang begitu malu-malu dan sederhana. Akan berbicara jika hal itu memang benar-benar sangat penting. Dia juga gadis yang punya hati yang baik. Jangan terlalu berlebihan di depannya karena dia tidak akan menyukainya. Tampillah apa adanya karena dia juga sangat menyukai kepolosan.

Evi Eti Jayanti :
Gadis yang pandai dalam akademik dan begitu telaten dalam pekerjaan rumah. Selalu bersungguh-sungguh mengerjakan sesuatu tapi terkadang begitu susah menentukan pilihannya sendiri. Jika ditanya pendapatnya, hanya akan berkata ‘terserah’ atau ‘Evi gak tahu’. Benar-benar sangat berbeda dengan kedewasaannya dalam hal lain. Kepribadian yang akan sangat  aku rindukan.

Harniwati (Alloh yarham) :
Gadis yang begitu berbeda. Membicarakannya membuatku tertawa renyah karena dia memang sangat berbeda. Dapat melakukan sesuatu yang berani hanya dengan satu instruksi dari otaknya. Ditambah lagi kecuekannya akan sesuatu. Terkadang aku berfikir, mungkin kita semua butuh sifat seperti ini dalam menghadapi dosen, hehe. . .



Imran :
Apa yang harus aku katakan tentangmu. Kau bukan hanya pandai tetapi sangat jenius. Hampir tak ada celah kurangmu. Kau mampu melakukan semua hal dengan baik. Memberikan hal yang tidak biasa saat kami hanya mampu memikirkan hal yang biasa. Tapi kau juga manusia, ada sisi lemah yang aku ataupun mereka tak tahu. Meski demikian, bersinarlah seperti bintang agar orang lain dapat merasakan keindahanmu.

Abdul Kadir Jaelani :
‘gak ada lho gak rame’, sebuah ungkapan sederhana tapi memang sangat pas untukmu. Selalu membuat kami tertawa dan menghiasi perjalanan ini dengan begitu kocak. Meski tak ingin mengakuinya tapi kau adalah ketua tingkat terbaik kami. Saat kau berbaring di tengah sakitmu, aku tidak bisa membayangkan keadaan kelas tanpamu.  Cepatlah sembuh seperti dulu.

M. Fauzi Muhajir :
Sosok ketua yang mampu diharapkan. Pemimpin yang bijaksana. Mampu menjadi penyejuk dengan pidato-pidatonya yang meski terkadang menjenuhkan dan susah mengartikannya, tapi jujur sangat menyukainya. Sebuah ciri khas yang akan selalu diingat di dalam hati.

Zulyadi Ardiansyah :
Seseorang yang begitu bebas melakukan sesuatu tanpa terikat apapun. Punya idealisme sendiri yang meskipun aku tak paham tapi sangat menghargainya. Sosok sodara yang baik dan pengertian. Mampu menjadi penengah dan penenang yang baik jika diantara kita ada kesalahpahaman.

Zamrizal Wardiawan :
Apa yang harus kukatakan tentangnya. Menurutku, dia sangat baik dan suka menolong orang lain. Selalu menomorsatukan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri. Melakukan hal yang kecil dengan sepenuh hati. Untukmu, tetaplah jadi orang yang baik.

Janwadi :
Terkadang ceroboh dan sangat buru-buru dalam melakukan sesuatu. Akan tetapi, dia adalah orang yang sangat menepati janji. Saat dia bersungguh-sungguh melakukan sesuatu, dia kan terlihat begitu berbeda dari biasanya. Kupikir, hal itu harus sering-sering terjadi.

Irwan Fatihin :
Seseorang yang baik dan selalu berfikir positif tentang orang lain. Secara sepintas, akan berfikir kalau dia adalah seseorang yang berkepribadian serius. Akan tetapi jika mengenalnya, akan tahu kalau dia sangat mudah tersenyum dan suka sekali bercanda.

Lalu Marthaguna Pratama :
Pasangan yang sangat cocok dengan kadir (Vi, jangan marah ya,hehe…) dalam membuat suasana kelas menjadi rame dan menyenangkan. Suka membuat lelucon yang membuat tertawa namun terkadang dia sendiri tidak tertawa. Menguasai  komputer dengan baik dan ini sangat membantu untukku dan yang lainnya.

M. Abdurrahman Sunni :
Seorang laki-laki yang selalu berusaha keras untuk menjadi yang terbaik meski terkadang sering menjengkelkan karena sifatnya yang kekanak-kanakan. Memiliki semua hal yang tak mampu kami miliki. Kini dia telah lebih dewasa dari pertama bertemu.

Asri Irfan :
Awal bertemu, terlihat begitu pemalu dan tak banyak bicara. Aku tak tahu kenapa tapi kupikir dia pun sama seperti kebanyakan dari kita. Belum mampu menjalani dengan sepenuh hati jurusan yang kita masuki. Tapi lihatlah sekarang, dia bukan hanya mampu melihat ke depan dengan berani, akan tetapi telah menjadi teman yang sangat nyaman untuk kita.

Fathoroni :
Seseorang yang masih sama seperti dia berumur lima tahun. Kenapa kukatakan demikian? Karena selain begitu polos, dia juga masih menyukai hal-hal yang anak lima tahun sukai. Akan tetapi, dia juga seorang yang sangat berprinsip. Kehidupan agamanya begitu baik dan tak kan terpengaruh oleh apapun. Sosok sodara yang sangat baik.

Gumay Rizki T :
Pandai dan punya prestasi gemilang saat pertama bertemu. Punya kemampuan tapi sepertinya enggan menumbuhkannya. Gumay, tetap berikan yang terbaik ya.

Arno Multazam :
‘kerja keras dan tidak putus asa’, mungkin itulah kata yang tepat untukmu. Tidak peduli seberapa sering kau terjatuh tapi kau mampu bangkit kembali dengan semangat yang baru. Lelaki kuat dengan mimpinya yang begitu besar.

Joko Samsul Hadi :
Kenapa bisa begitu cuek menjalani hari-hari berat kita diperkuliahan? Sangat iri melihatnya yang tak pernah memandang suatu kerumitan sebagai masalah. Yang paling kuingat, dia selalu bisa tersenyum tak peduli sebanyak apa pun tugas yang ia miliki. Teman seperjuangan saat bersama anak-anak super aktif.

M. Zaenal Anshory :
Sosok yang pandai dan baik hati. Yang unik darinya, dia begitu cepat melupakan hal-hal penting yang harus dikerjakan. Sangat berterima kasih kepadanya karena begitu membantu saat aku tak memiliki apapun. Anshory, akan selalu mengingatnya.

Nanang Basri :
Selalu berusaha keras dalam mengerjakan sesuatu. Sering lupa yang namanya skala prioritas. Akan tetapi, kini dia telah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Telah menyadari betapa berharganya waktu. Teman seperjuanganku lainnya bersama joko.

Ade Firmansyah :
Seseorang yang punya yang mimpi begitu banyak dan kecerdasan interpersonal yang begitu baik. Dianugrahi semangat dan kemalasan dalam waktu yang bersamaan. Ade, tetaplah berusaha.

Didi Septian Ardi :
Pribadi yang kocak dan memiliki percaya diri yang tinggi. Sangat bisa diandalkan dalam hal pekerjaan.  Teman yang bisa diajak dalam susah dan senang.

Zaenul Anwar :
Seorang jenius lainnya di kelas. Begitu telaten mengerjakan soal-soal dengan baik. Masuk dengan prestasi yang begitu gemilang dan kuharap dia akan tetap gemilang setelah kita berpisah.


Teman-teman Fisika ’07,
Tetaplah bersinar agar terangmu akan selalu tampak di mataku,
aku mencintai kalian semua karena Allah.

Wassalam.

By: Juni Kartika, S.Pd (Nyonya Zamrizal)
source: http://dangkuk-51.blogspot.com/2010/11/hanya-ingin-kalian-tahu-fisika-07-by.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar